Content

6 komentar

Breaking the rules!


Are you brave enough to ride a motorcycle like this? See more cool monochrome around the world, here.
5 komentar

Tugu Nol Kilometer Sumedang


Sepertinya sedikit yang tahu dimana letak tugu nol kilometer kota Sumedang. Kalau kita teliti, tugu nol kilometer ini biasa kita lihat di depan toko klontong "APE", jalan Prabu Geusan Ulun.

Zero point of Sumedang road. Based on those sign we could reach Bandung (BD) 45 km far from here.
2 komentar

Mesjid Agung Sukamantri Tanjungkerta



Mesjid Agung Sukamantri in Tanjungkerta. This picture is my participation in Skywatch-Friday.
0 komentar

Monumen Adipura Sumedang #2

 
Sangat disayangkan karena di sekitar bundaran monumen adipura ini, aspalnya rusak parah. Keberadaan jalur ini yang kerap kali dilalui kendaraan besar bemuatan berat baik yang akan menuju arah Bandung maupun Cirebon, membuat kualitas aspal jadi rentan akan kerusakan karena kelebihan beban. Kondisi ini tentunya harus ditanggapi serius oleh pihak pemerintah Sumedang, mengingat kenyamanan pengguna lalu lintas yang harus diutamakan dan mengurangi tingkat kecelakaan. 

This is another picture of Adipura monument of Sumedang, taken in the morning. Previously, I had took a picture of it in the night, here.
3 komentar

Tugu Selamat Datang Sumedang #2


 
Tugu selamat datang kota Sumedang ini baru dibangun sekitar tahun 2009. Lokasinya tepat sebelum Rumah Makan Joglo dari arah timur. Bagi anda yang masuk kota Sumedang dari arah Cirebon pasti akan menjumpai tugu ini.

You'll find this Welcome sign, if you're entering Sumedang city from Cirebon or Majalengka Regency. It's built in 2009.
2 komentar

Gedung Pasific


Dari beberapa literatur yang sangat minim di internet, salah satunya ini , diketahui bahwa eks Gedung Bioskop Pasific Sumedang ini dibangun pada tahun 1930-an oleh seorang bangsawan Belanda bernama Boesee.  Bioskop Pasific ini sempat mengalami perubahan nama menjadi Gedung Sakura pada masa penjajahan Jepang, lalu berganti Bioskop Tjahaja, Bioskop Kutamaya dan akhirnya kembali menggunakan nama aslinya Pasific.

Seharusnya bangunan cagar budaya ini dilestarikan dan dipelihara orisinalitasnya. Namun sayang, kenyataannya tidak seperti itu. Bangunan ini kehilangan jatidiri aslinya. Sudah saatnya kini masyarakat Sumedang memelihara apa yang menjadi warisan sejarah kotanya. Bangunan bersejarah ini sekarang menjadi sebuah toko buku & pakaian dengan cat bangunan yang colorful penuh gambar sebuah produk. Sadarkah kita bahwa produsen makanan itu telah menghancurkan warisan sejarah kota ini?? Bukan melestarikannya.

The Pasific building built in 1930 and operated as a movie theater in Sumedang. It's owned by a Dutch noble at those time named Boesee. It is one of Sumedang heritage building. Unfortunately, this building has lost its originality today.
3 komentar

KAMAS


Bangunan ini merupakan milik mantan Kapolres Sumedang Syamsul Bahri, yang saat ini menjabat sebagai Kapoltabes Banda Aceh. Sekarang dikelola oleh Pak Yusuf yang asli orang Aceh sejak tahun 2006. Lokasinya tepat di depan kompleks makam Gunung Puyuh Sumedang. Selain difungsikan sebagai sekretariat KAMAS (Keluarga Masyarakat Aceh Sumedang), disini juga disediakan kuliner khas Aceh salah satunya Mie Tumis Aceh. Jika kebetulan sedang berziarah ke makam Cut Nyak Dien, ataupun sedang menikmati kota Sumedang tidak ada salahnya mampir untuk sekedar menikmati hidangan khas Aceh disini.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Powered by Blogger.